Kamis, 15 Maret 2018

Cobit & Software Maturity

Nama : Iresthia Balgistha
Npm   : 13116575
Kelas : 2KA28


COBIT (Control Objectives for Information and Related Technology)


  • Pengertian cobit
COBIT (Control Objectives for Information and Related Technology) adalah sekumpulan dokumentasi best practices untuk IT Governance yang dapat membantu auditor, pengguna (user), dan manajemen, untuk menjembatani gap antara risiko bisnis, kebutuhan control dan masalah-masalah teknis IT. COBIT merupakan standar yang dinilai paling lengkap dan menyeluruh sebagai FrameWork IT audit karena dikembangkan secara berkelanjutan oleh lembaga swadaya profesional auditor yang tersebar di hampir seluruh negara.

  • COBIT memiliki 4 cakupan domain, yaitu :
  1. Perencanaan dan organisasi (Planning and Organisation)
  2. Pengadaan dan implementasi (Acquisition and Implementation)
  3. Pengantaran dan dukungan (Delivery and Support)
  4. Pengawasan dan evaluasi (Monitoring)

Domain 1 : Planning and Organisation
Domain ini mencakup strategi dan taktik yang menyangkut identifikasi tentang bagaimana TI dapat memberikan kontribusi terbaik dalam pencapaian tujuan bisnis organisasi sehingga terbentuk sebuah organisasi yang baik dengan infrastruktur teknologi yang baik pula.
Langkah-langkah:
•    Menetapkan rencana stratejik TI
•    Menetapkan hubungan dan organisasi TI
•    Mengkomunikasikan arah dan tujuan manajemen
•    Mengelola sumberdaya manusia
•    Memastikan pemenuhan keperluan pihak eksternal
•    Menaksir risiko

Domain 2 : Acquisition and Implementation
Untuk mewujudkan strategi TI, solusi TI perlu diidentifikasi, dibangun atau diperoleh dan kemudian diimplementasikan dan diintegrasikan dalam proses bisnis.
Langkah-langkah :
•    Mengidentifikasi solusi terotomatisasi
•    Mendapatkan dan memelihara infrastruktur teknologi
•    Mengembangkan dan memelihara prosedur
•    Memasang dan mengakui sistem
•    Mengelola perubahan

Domain 3 : Delivery and Support
Domain ini berhubungan dengan penyampaian layanan yang diinginkan, yang terdiri dari operasi pada security dan aspek kesinambungan bisnis sampai dengan pengadaan training.
Langkah-langkah :
•    Menetapkan dan mengelola tingkat pelayanan
•    Mengelola pelayanan kepada pihak lain
•    Memastikan pelayanan yang kontinyu
•    Memastikan keamanan sistem
•    Mengelola konfigurasi/susunan
•    Mengelola data
•    Mengelola fasilitas

Domain 4 : Monitoring
Semua proses TI perlu dinilai secara teratur dan berkala bagaimana kualitas dan kesesuaiannya dengan kebutuhan kontrol.
Langkah-langkah:
•    Memonitor proses – menaksir kecukupan pengendalian internal
•    Mendapatkan kepastian yang independen


SOFTWARE MATURITY MODEL
Maturity model adalah suatu metode untuk mengukur level pengembangan manajemen proses, yang berarti adalah mengukur sejauh mana kapabilitas manajemen tersebut. Seberapa bagusnya pengembangan atau kapabilitas manajemen tergantung pada tercapainya tujuan-tujuan COBIT yang . Sebagai contoh adalah ada beberapa proses dan sistem kritikal yang membutuhkan manajemen keamanan yang lebih ketat dibanding proses dan sistem lain yang tidak begitu kritikal. Di sisi lain, derajat dan kepuasan pengendalian yang dibutuhkan untuk diaplikasikan pada suatu proses adalah didorong pada selera resiko Enterprise dan kebutuhan kepatuhan yang diterapkan.


Secara umum, maturity model biasanya memiliki ciri sebagai berikut:
1.     Proses pengembangan dari suatu organisasi disederhanakan dan dideskripsikan dalam wujud tingkatan kematangan dalam jumlah tertentu (biasanya empat hingga enam tingkatan)
2.     Tingkatan kematangan tersebut dicirikan dengan beberapa persyaratan tertentu yang harus diraih.
3.     Tingkatan-tingkatan yang ada disusun secara sekuensial, mulai dari tingkat inisial sampai pada tingkat akhiran (tingkat terakhir merupakan tingkat kesempurnaan)
4.     Selama pengembangan, sang entitas bergerak maju dari satu tingkatan ke tingkatan berikutnya tanpa boleh melewati salah satunya, melainkan secara bertahap berurutan.

·     
SOFTWARE MAINTENANCE
                                    
Perawatan perangkat lunak (software maintenance) adalah aktivitas yang dimulai sejak perangkat lunak mulai digunakan (after delivery) hingga akhirnya perangkat lunak tersebut tidak dapat digunakan lagi (retired). Tujuannya adalah untuk memperbaiki kesalahan (to correct), meningkatkan kinerja/ fungsionalitas (to improve), menyesuaikan dengan lingkungan (to adapt), atau untuk mencegah terjadinya kesalahan (to prevent).

Proses Software Maintenance
Bagian ini menjelaskan proses pemeliharaan perangkat lunak enam sebagai:
1.      Proses implementasi mengandung persiapan perangkat lunak dan kegiatan transisi, seperti konsepsi dan penciptaan rencana pemeliharaan; persiapan untuk menangani masalah yang diidentifikasi selama pengembangan, dan tindak lanjut pada manajemen produk konfigurasi.
2.      Masalah dan proses modifikasi analisis, yang dieksekusi sekali aplikasi telah menjadi tanggung jawab kelompok perawatan. Programmer pemeliharaan harus menganalisa setiap permintaan, konfirmasikan (dengan mereproduksi situasi) dan periksa validitas, menyelidiki dan mengusulkan solusi, mendokumentasikan permintaan dan usulan solusi, dan akhirnya, memperoleh semua otorisasi yang diperlukan untuk menerapkan modifikasi.
3.      Proses mempertimbangkan pelaksanaan modifikasi sendiri.
4.      Penerimaan Proses modifikasi, dengan mengkonfirmasi karya yang dimodifikasi dengan individu yang mengajukan permohonan dalam rangka untuk memastikan modifikasi memberikan solusi.
5.      Proses migrasi ( migrasi platform , misalnya) luar biasa, dan bukan merupakan bagian dari tugas pemeliharaan sehari-hari. Jika perangkat lunak harus porting ke platform lain tanpa ada perubahan dalam fungsi, proses ini akan digunakan dan tim proyek pemeliharaan kemungkinan akan ditugaskan untuk tugas ini.
6.      Akhirnya, proses pemeliharaan lalu, juga suatu peristiwa yang tidak terjadi setiap hari, adalah pensiun dari sebuah software.

Ada sejumlah proses, kegiatan dan praktek yang unik untuk pengelola, misalnya:
1.      Transisi: urutan terkontrol dan terkoordinasi kegiatan selama sistem ditransfer progresif dari pengembang untuk pengelola.
2.      Service Level Agreements (SLA) dan kontrak pemeliharaan khusus (domain-spesifik) dinegosiasikan oleh pengelola.
3.      Modifikasi Permintaan dan Masalah Meja Laporan Bantuan: proses penanganan masalah yang digunakan oleh pengelola untuk memprioritaskan, dokumen dan rute permintaan yang mereka terima.
4.      Modifikasi Permintaan penerimaan / penolakan: permintaan modifikasi bekerja lebih dari ukuran tertentu / usaha / kompleksitas mungkin ditolak oleh pengelola dan dialihkan untuk pengembang.
                        
·      ASPEK KEGIATAN MAINTENANCE

Beberapa aspek-aspek penting dalam perencanaan perawatan adalah:
1. Perencanaan
Perencanaan adalah kegiatan untuk menjalankan fungsi

1.    Aspek-Aspek penting dalam perawatan perencanaan adalah :
·         Penyusunan secara struktural kegiatan perawatan yang akan dijalankan
·         Penyusunan sistem perawatan
·         Kegiatan pengontrolan dan pencatatan
·         Penerapan sistem perawatan dan pencatatan

Sedangkan faktor-faktor yang harus diperhatikan dalam penyusunan perencanaan perawatan adalah ruang lingkup pekerjaan, prioritas pekerjaan, kebutuhan ketrampilan, kebutuhan tenaga kerja, kebutuhan peralatan dan kebutuhan material.

2.      Pemeriksaan
Kegiatan pemeriksaan yang telah tersusun dengan teratur akan menjaga performa mesin dalam keadaaan optimal dan dapat berfungsi sesuai standar. Kegiatan pemeriksaan terdiri dari:
·      Pemeriksaan operasional
·      Pemeriksaan pemberhentian
·      Pemeriksaan overhaul.

3.      Pemilihan komponen/ suku cadang Pemilihan komponen atau suku cadang merupakan kegiatan yang paling penting dalam menjalankan kegiatan overhaul. Dengan pemilihan suku cadang yang sesuai dengan spesifikasi mesin akan menjaga mesin tetap dapat bekerja dalam kondisi standar.

·      MAINTENANCE PLANNING ACTIVITY

Definisi dan faktor-faktor penunjang, kendala yang muncul, langkah-langkah penyusunan, dan kebijakan perencanaan perawatan, klasifikasi, persiapan, dan prinsip perencanaan perawatan, tahapan perencanaan pekerjaan perawatan, perencanaan tenaga kerja perawatan, diagram alir pekerjaan perawatan, dan standar perencanaan perawatan.


Teknik-teknik Maintenance

Teknik Maintenance
Secara garis besar teknik pemeliharaan dibagi menjadi 4 bagian penting antara lain:
1. Reactive Maintenance ( Breakdown Maintenance )
2. Proactive Maintenance ( Pemeliharaan Rutin )
3. Planned Maintenance ( Pemeliharaan Terencana )
       •  Preventive Maintenance
       •  Predictive Maintenance
4. Corrective Maintenance ( Pemeliharaan Perbaikan )
       • Up-Grading / Modifikasi
       • Desain Ulang


Minggu, 16 Juli 2017

Tugas IBD (Penderitaan dan kesengsaraan)

Nama : Iresthia Balgistha
Npm : 13116575
Kelas : 1KA26

FILM PENDEK : ANAK JALANAN

Cerita lengkapnya dapat di lihat di Youtu.be/PgN1M9Br9a4

Minggu, 22 Januari 2017

Tugas ISD

Nama : Iresthia Balgistha
Npm : 13116575
Kelas : 1 KA 26



Myanmar

Perubahan nama dari Burma menjadi Myanmar dilakukan oleh pemerintahan junta militer pada tanggal 18 Juni 1989. Junta militer mengubah nama Burma menjadi Myanmar agar etnis non Burma merasa menjadi bagian dari negara. Walaupun begitu, perubahan nama ini tidak sepenuhnya diadopsi oleh dunia internasional, terutama di negara-negara persemakmuran Inggris. PBB, yang mengakui hak negara untuk menentukan nama negaranya, menggunakan Myanmar, begitu pula dengan Perancis dan Jerman. Di Jerman, kementerian luar negeri menggunakan Myanmar, tetapi hampir seluruh media Jerman menggunakan "Burma".Pemerintah AS, yang tidak mengakui legitimasi kekuasaan junta militer tetap menggunakan "Burma" tetapi mayoritas media besar seperti The New York Times, CNN dan Associated Press menggunakan Myanmar.Pemerintah junta juga mengubah nama Rangoon menjadi Yangon. Pada tanggal 7 November 2005, pemerintah membangun ibu kota baru, bernama Naypyidaw. Keadaan penduduk Myanmar pada tahun 2001 sekitar 52.531.000 jiwa dengan kepadatan 67jiwa/km². Penduduk Myanmar terrier dari beberapa kelompok etnis. Kelompok terbesar adalah etnis Burma turunan Tibet –Burma sebagai pewaris bangsa-bangsa Pyus dan Mon yang menempati wilayah di sektar sunga Irawadi. Penduduk Myanmar menubuatkan bekerja di sektor pertanian meliputi pertanian sawah, tegalan, perkebunan, ladang dan lain-lain. Burma (juga dikenal sebagai Myanmar) adalah dominan dari tradisi Theravada, dipraktikkan oleh 89% dari populasi negara ini adalah negara Buddhis yang paling religius dalam hal proporsi biarawan dalam populasi dan proporsi pendapatan yang dihabiskan untuk agama. Penganut yang paling mungkin ditemukan di antara etnis Bamar dominan (atau Burma), Shan, Rakhine (Arakan), Senin, Karen, dan Cina yang terintegrasi dengan baik ke masyarakat Burma. Para bhikkhu, yang dikenal sebagai Sangha, adalah anggota dihormati dari masyarakat Burma.




Filipina

Filipina menggunakan dua bahasa resmi yang digunakan di Filipina adalah bahasa Filipina dan Inggris. Bahasa filipina adalah bahasa nasional negara itu, sedangkan bahasa Inggris secara luas digunakan sebagai pengantar dalam pendidikan tinggi dan bisnis formal. Filipina mempunyai penekanan penting untuk menggunakan bahasa yang sopan dan percakapan yang lembut. Nada suara hampir selalu lembut dan pelan. Orang-orang Filipina menghormati harga diri orang lain, sehingga mereka tidak pernah mengkritik atau berdebat dengan orang secara terbuka. Filipina menyukai percakapan sehari-hari tentang keluarga mereka. Filipina mempunyai masyarakat matriarkal yakni sangat menghormati perempuan dalam kehidupan keluarga. Perempuan memiliki hak-hak sosial dan politik yang sama dengan laki-laki dan sering memegang posisi tinggi di dunia politik dan bisnis. Penduduk Filipina mayoritas beragama Katolik 80%, dilanjutkan dengan Protestan 1.8%, hal ini karena Filipina dijajah Amerika Serikat, dilanjutkan dengan Islam 11% yang mayoritas berada di Pulau Mindanao, lalu Buddha 2.5% yang merupakan penduduk pendatang dari Korea Selatan, Republik Rakyat Tiongkok, Malaysia, Singapura, Jepang, India, dan Vietnam. Sebanyak 0.4% menyatakan dirinya Atheis, dan 2.1% beragama lain.

China

Cina merupakan salah satu negara berkembang yang memiliki wilayah terluas dan jumlah penduduk terbesar di dunia. Luas wilayah Cina mencapai 9.596.961 km2. Cina terletak di Benua Asia dengan letak georgrafis antara 18' LU–54'BT dan 73'BT–135'BT. Saat ini Cina merupakan salah satu negara berkembang yang kini mulai menjadi salah satu negara industri baru. Kemajuan ekonomi Cina mulai terlihat sejak negara yang semula tertutup tersebut membuka perekonomiannya dengan negara lain. Negara Tirai Bambu ini menghasilkan mesin bubut, alat-alat pertambangan, suku cadang kendaraan bermotor, mesin, semen, dan pupuk. Cina juga mengembangkan industri perakitan elektronik, seperti komputer dan telepon genggam. Cina merupakan negara dengan jumlah penduduk terbesar di dunia. Pada tahun 2006 jumlah penduduk Cina mencapai 1.313.973.713 jiwa. Penduduk Cina umumnya adalah ras Mongoloid dengan kulit kuning dan mata sipit. Mayoritas etnis Han menyusun hampir 93% populasi. Penduduk bangsa Han sendiri heterogen dan bisa dianggap sebagai kumpulan berbagai etnik yang menerapkan budaya dan bahasa yang sama. Bahasa yang digunakan secara luas di Cina yaitu bahasa Mandarin. Begitupun halnya di Cina, agama merupakan sesuatu yang sakral, karena agama menurut masyarakat Cina dielementasikan sebagai penghormatan kepada Dewa dan roh nenek moyang, hal ini terdapat dalam agama Kong Hu chu. Kong Hu Chu merupakan agama yang secara turun temurun tetap dipelihara oleh masyarakat Cina sampai sekarang bahkan ketika Cina sudah berubah menjadi negara RRC yang berideologikan komunis. Dalam perkembangannya agama asing juga merambah masyarakat Cina, pada Abad ke 13-14 ketika wilayah Cina dikuasai oleh bangsa Mongol, datang aliran agama katolik yaitu Nestorianisme yang dibawa oleh para pedagang Eropa ke wilayah Cina untuk disebarluaskan. Kondisi kehidupan agama berubah secara drastis ketika Cina sudah dikuasai sepenuhnya oleh Komunis, sejak tahun 1949, agama juga dijadikan subjek untuk mempropagandakan partai, oleh karena itu agama terutama kristen mulai dikekang dan gereja-gereja di Cina tidak boleh berhubungan dengan gereja-gereja di luar RRC. Hal tersebut bertujuan untuk membebaskan gereja Cina dari “imperialisme kebudayaan” dan pengaruh asing.

Brunei Darussalam

Brunei adalah negara kecil di ujung utara pulau Kalimantan yang kaya raya. Pada tahun 2013, Brunei menempati posisi keenam sebagai negara dengan pendapatan perkapita terbesar di dunia setelah Qatar, Luxemburg, Singapura, Norwegia dan Hongkong. Pendapatan per kapita rata-rata penduduk Brunei adalah USD 50.526,35 atau sekitar Rp 576,5 juta pertahun. Kalau dibagi dua belas, maka pendapatan rata-rata masyarakat Brunei sekitar Rp 48 juta per bulan. Penduduk Brunei tak lebih dari 500.000 orang. Itupun sudah ditambah dengan para pendatang dari Indonesia, Philipina, Bangladesh, India, dan negara-negara lainnya. Para pendatang dari luar Brunei yang tinggal di Brunei tak kurang dari 100.000 orang. Penduduk pribumi Brunei terdiri dari bangsa Melayu, Tionghoa, dan India. Orang-orang Melayu adalah penduduk asli Brunei. Merekalah yang memegang kendali pemerintahan. Mereka bekerja di sektor-sektor penting pemerintahan. Sementara bangsa Tionghoa dan India lebih banyak bergelut di dunia bisnis dan ekonomi. Negara Brunei menganut sistem monarki absolut di mana kekuasan negara dipegang secara penuh oleh sultan. Sultan menjabat sebagai raja, kepala pemerintahan, perdana menteri, menteri pertahanan dan menteri keuangan sekaligus. Sementara kementerian-kementrian sisanya diberikan kepada masyrakat, di mana sebagaian besarnya masih diisi oleh keluarga Sultan sendiri. Saat ini sultan yang memimpin Brunei adalah Haji Hassanal Bolkiyah. Dia bergelar mu’izzuddin wad daulah (pen. Bapaknya adalah Haji Omar Ali Saifuddin yang bergelar Sa’dul Khairi wad Din. Kehidupan di Brunei sangat tenang (bahkan sedikit sepi) rapi dan teratur. Jalan-jalan sangat lebar dan tertata rapi. Setiap jalan dibuat satu jalur-satu jalur dengan rambu-rambu lalu lintas yang lengkap. Papan rambu-rambu dibuat besar-besar di samping kanan kiri jalan sebagai penunjuk jalan. Masyarakatnya pun taat hukum. Islam ialah agama resmi Brunei (67%), dan Sultan Brunei merupakan kepala agama negara itu. Agama-agama lain yang dianut termasuk agama Buddha (terutamanya oleh orang Tiong Hoa[13%]), agama Kristen (10%), serta agama-agama orang asli (dalam komunitas-komunitas yang amat kecil [10%]). Budaya Brunei seakan sama dengan budaya Melayu, dengan pengaruh kuat dari Hindu dan Islam, tetapi kelihatan lebih konservatif dibandingkan Malaysia. Penjualan dan penggunaan alkohol diharamkan, dengan orang luar dan non-Muslim dibenarkan membawa dalam 12 bir dan dua botol miras setiap kali mereka masuk negara ini.
 
Sumber : www.wikipedia.com

Terima Kasih :D